Pemilu 2019, Ikhtiar Perbaikan

Yang Baru Lebih Seru
February 11, 2019
Langkah Para Pemenang
April 30, 2019
Show all

Pemilu 2019, Ikhtiar Perbaikan

Masih melekat di ingatan kita tahun 2018 yang subur dengan penangkapan para koruptor. Pemberitaan penangkapan muncul silih berganti di layar televisi, koran, bahkan media-media sosial. Ada optimisme akan kinerja pemberantasan korupsi yang seolah semakin baik. Tapi adakah kita khawatir akan permasalahan korupsi yang mendarah daging di negeri ini, sehingga semakin hari jumlah koruptor tidak berkurang malah semakin bertambah banyak. Seorang koruptor ditangkap, jabatannya diganti oleh koruptor lain yang lebih cerdik menyiasati aturan. Siklus korupsi menjadi seperti lingkaran setan yang sulit dihentikan.

Namun sadarkah kita, dalam iklim demokrasi sekarang ini pada dasarnya kitalah yang telah berperan menempatkan para koruptor itu dalam posisi posisi streategis di negeri ini. Aneh memang, Kita seringkali tidak belajar dari pengalaman ketika memilih calon pemimpin ataupun para wakil rakyat. Ajang pemilu seharusnya menjadi ajang evaluasi terhadap kinerja anggota dewan. Melalui pemilu sebenarnya kita punya peran dalam memperbaiki bangsa ini. Melalui pemilu yang berkualitas, kita semestinya mampu memutus rantai korupsi yang telah menjadi masalah sejak zaman kolonial.

Seringkali kita mengeluh atas kinerja buruk anggota legislatif tapi tidak menyadari bahwa sebenarnya kitalah yang menempatkan mereka disana. Atau dengan kata lain, kitalah yang telah menjadikan lembaga legislatif itu diisi oleh orang-orang yang tidak kompeten di bidangnya.

Dari mana kita dapat menilai seorang calon anggota legislatif, bahkan mengenal kandidat yang berkontestasi dalam pemilu legislatif pun banyak yang enggan. Padahal dalam ajang pemilihan ini semua kandidat berlomba-lomba memperkenalkan diri mereka ke publik. Sehingga untuk mengenali mereka cukup dengan sedikit kemauan dan kepedulian.

Mengenal calon anggota legislatif atau calon presiden sekalipun bukan melihat apa yang mereka berikan saat kampanye atau apa yang mereka janjikan saat ini. Karena dalam hari hari ini mereka semua berlomba-lomba memberikan kebaikan dan membuat janji-janji. Coba lihat lebih jauh apa yang sudah dia kerjakan di lingkunannya sebelum ini, lalu lihat juga siapa yang bersama mereka. Ya benar, siapa yang bersama mereka.

Orang yang baik cenderung bersama orang baik, begitu juga sebaliknya. Kecenderungan ini terjadi secara alamiah, meski kadang bisa saja direkayasa. Itulah sebabnya cara terbaik untuk memperbaiki diri adalah dengan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk perbaikan. Bagaimana mencari tahu orang yang membersamai para kontestan pemilu legislatif? Kebaikan bukanlah klaim, tapi pengakuan. Bukankah orang-orang yang baik tidak perlu mengatakan bahwa mereka itu baik, apalagi harus berteriak-teriak.

Untuk melihat siapa yang membersamai calon anggota legislatif, paling mudahnya adalah melihat partai pengusungnya. Anggota legislatif tidak bekerja sendiri, tidak juga memiliki kekuasaan yang kuat seperti presiden atau kepala daerah. Mereka harus bekerja bersama keompoknya(partainya), jika tidak bisa saja mereka disingkirkan oleh rekannya sendiri. Maka dominasi partai sangat kuat mempengaruhi kinerja dan pola perjuangan seorang anggota dewan. Karenanya kita perlu menilai rekam jejak partai politik sebagai sebuah gambaran terhadap calon yang diusungnya, terutama calon anggota legilatif. Kalau mau melihat lebih jauh bisa juga lihat keluarganya, karena orang baik tidak akan menelantarkan keluarganya.kebanyakan orang baik, keluarganya juga harmonis. Meski itupun bukan jaminan. Contohnya lihatlah calon dari partai yang paling sedikit berurusan dengan KPK. Selain itu keterbukaan terhadap sumber pendanaan partai politik menjadi sangat penting dalam hal menjegah terjadinya praktek-praktek korupsi.

Tapi mungkinkah ada orang baik yang muncul dari lingkungan yang kurang baik dan kemudian mampu memperbaiki lingkungannya? Tentu saja mungkin, tapi yang seperti itu sangat jarang sekali. Karena banyak juga orang yang seolah baik tapi sebenarnya menyembunyikan kebusukan. Disitu kita seringkali tertipu. So, lebih aman pilihlah orang baik yang juga bersama orang-orang baik. Dan jangan lupa berdoa pada Allah agar Ia berikan petunjuk dalam menentukan pilihan. Mari selalu kita doakan dan ikhtiarkan perbaikan untuk negeri kita. Wallahu’alam.

“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” [Qs.13:11]

Jakarta, 4/2/19 – Yasin

#AyoLebihBaik #pemiluBerkualitas #pemilihCerdas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.