Kurikulum Homeschooling Preschool 3-4 tahun
January 27, 2019
Pemilu 2019, Ikhtiar Perbaikan
March 4, 2019
Show all

Yang Baru Lebih Seru

Sesuatu yang baru selalu menarik. Handpone baru misalnya, meski tak sebagus yang lama tetap saja menarik untuk di explorasi. Setidaknya mengurangi jenuh karena yang lama fiturnya itu – itu aja. Jadi kalau kamu berfikir dua calon presiden dan wakilnya yang sedang tampil dalam kontestasi pilpres 2019 itu sama saja, cobalah yang baru. Mungkin lebih menarik. Tentu saja belum tentu lebih baik, bukankan kita punya anggapan keduanya sama-sama baik. Kecuali kamu sudah memiliki pandangan yang berbeda diantara keduanya.

 

kita yakin keduanya punya kebaikan dan kekurangannya masing-masing dalam idenya tentang membangun bangsa Indonesia ini kedepan. Tapi memilih yang baru setidaknya bisa mengurangi kejenuhan yang mulai telihat dalam iklim politik kita akhir-akhir ini.

 

Kita mulai jenuh terhadap pola pencitraan yang kadang berlebihan meski citra itu penting. Kita mulai jenuh dengan pertengkaran di dunia sosial yang jauh dari adab dan budaya yang telah dijunjung bersama. Akhir-akhir ini semua permasalahan itu nampak semakin menguat menghadirkan masalah-masalah sosial baru yang memperkeruh iklim sosial kita. Perlu pandangan baru dalam menyelesaikan semua persoalan ini.

 

Bagi yang merasa pemilihan presiden tahun ini akan sama dengan lima tahun yang lalu. Setidaknya buatlah perayaan ini berbeda dalam hasilnya. Meski belum tentu menyelesaikan persoalan bangsa yang ada saat ini, setidaknya ada ide baru yang hadir melengkapi kekurangan sebelumnya.

 

Jikapun janji kedua belah pihak tampak seperti janji kebanyakan politikus yang omangan hanya manis manis dibibirnya. Namun, seringkali kita merasa sangat ‘bodoh’ bila dengan sukarela menyediakan diri untuk dibohongi berulang kali oleh orang yang sama. Yaah… gak ada jaminan juga sih yang lain akan menepati janji, tapi dibohongi berulang kali itu gak enak banget sih, gak percaya? Coba aja. 🙂

 

Mengatakan siapapun presidennya sama saja hakikatnya adalah ungkapan keputusasaan, atau setidaknya ungkapan ketidakpedulian terhadap situasi lingkungan. Bukankah tiap-tiap kita punya kenangan tentang kesan presiden-presiden yang telah lalu. Benarkah semua sama saja? Setiap pergantian presiden dalam sejarah selalu diawali dengan harapan baru. Kadang harapan hanya sebatas angan, tetapi banyak juga yang membawa senyuman.

 

Maka kutitipkan setiap harapan pada-Nya yang Maha Mendengar.

Bogor, 11/2/2019

-Yasin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.