Spektrum Persatuan
December 10, 2018
Kurikulum Homeschooling Preschool 3-4 tahun
January 27, 2019
Show all

Dimana Allah?

Dimana Allah? Pertanyaan itu seolah tertulis abadi dalam dunia sains dan pengetahuan. Pertanyaan yang mungkin tidak pernah terjawab tapi tidak pernah juga berhenti ditanyakan. Misteri tentang Tuhan selalu memiliki daya tarik yang unik untuk terus dikaji. Seperti juga pertarungan antara kebenaran dan kebatilan yang tidak pernah usai hingga hancurnya semesta. Bagi para pendukung kebenaran, sains dan pengetahuan menjadi jalan mereka memahami keberadaan Tuhannya, dimanapun dimanapun Ia berada. Sebaliknya bagi para pendukung kebatilan, sains dan pengetahuan adalah alasan untuk membentengi ketidakmengertian mereka tentang keberadaan Tuhan mereka sendiri.

 

Teori Big Bang tentang awal mula kemunculan alam semesta menjadi contoh perbedaan pandangan para saintis tetang eksistensi Tuhan. Bagi kelompok agamis, Big Bang adalah bagian dari proses penciptaan karena ia mengawali segala sesuatu dari ketiadaan. Big bang telah mempertebal keyakinan mereka atas keberadaan Sang Pencipta. Bagi seorang muslim, Big Bang seolah membenarkan apa yang Allah ceritakan dalam Al-Quran tetang penciptaan langit dan bumi. Bahwa langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Allah pisahkan antara keduanya.

 

Teori Big Bang sangat sulit untuk dibantah karena dibangun dari pengamatan yang kontinyu dan pengukuran yang baik. Namun Stephen W. Hawking, seorang fisikawan besar abad ini punya pandangan yang berbeda tentang teori Big Bang dan Tuhan. Ia meyakini Big Bang adalah bagian dari pembentukan alam semesta, bukan penciptaan. Ia bertahan pada keyakinan bahwa Big Bang adalah proses yang terjadi secara alamiah ketika alam semesta membangun dirinya sendiri. Bahkan hingga kematiannya, tidak pernah terdengar Stephen W. Hawking mengakui eksistensi Tuhannya.

 

Mereka terus bertanya, dimana Allah? Sebuah pertanyaan yang sama seolah juga hendak terucap dari sebuah keluarga di barat daya China. Pertanyaan yang mungkin tak pernah mampu menggerakkan lidah suatu keluarga muslim Uyghur ketika datang ujian-ujian atas keimanannya. Ketika Ayah mereka dibawa pergi sedang ibu dan kakak perempuan mereka dianiyaya.

 

Mereka berusaha untuk tetap menjaga keyakinannya akan kehadiran Allah yang Maha Kuasa lagi Maha mengetahui. Tetapi dalam himpitan ujian dan rasa sakit yang mendalam adalah manusiawi jika terlintas dalam pikiran mereka pertanyaan, dimana Allah? Lalu, Kapankah pertolongan Allah itu datang?

 

Kekuatan imanlah yang membuat mereka tetap percaya. Kekuatan imanlah yang telah membentengi mereka dari untuk tetap menjaga petanyaan itu tidak terucap di lisan mereka. Kekuatan imanlah yang telah membentengi diri mereka agar keraguan kepada pertolongan Allah tak berdiam terlalu lama di hati – hati mereka, apalagi sampai terucap. Kekuatan iman jugalah yang menghujamkan jawaban atas pertanyaan mereka sendiri. ‘Pertolongan Allah itu dekat,’ begitulah kata hati yang diliputi keimanan.

 

Maka kita menjadi saksi atas kebenaran Allah ketika bercerita tentang kejadian ini. “Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat”.

 

“Dimana Allah?” tanya seorang anak penggembala kambing. Ketika itu Seorang lelaki penuh wibawa datang dan ingin membeli satu diantara kambing-kambing itu.

 

“Maaf tuan, kambing-kambing ini bukan milikku” jawab sang anak menolak tawaran itu.

 

“Majikanmu tidak akan tahu jika kamu menjualnya kepadaku seekor saja” Sang Lelaki itu kembali memberi penawaran.

 

“Wahai tuan, engkau benar tidak ada satu pun orang yang tahu jika aku menjual seekor kambing milik majikanku” sang anak membenarkan.

 

“tapi dimana Allah Tuan?” jawab sang anak tetap menolak tawaran lelaki tadi.

 

Sang lelaki terdiam, ada haru di dadanya ketika menjadi saksi atas kekuatan iman yang tak tergoyahkan. Saksi akan kekuatan iman yang meciptakan profesionalisme dalam dunia kerja di negaranya. Saksi akan kekuatan iman yang menjauhkan anak itu dari bermaksiat di tempat sepi. Lelaki bersahaja yang menjadi saksi itu adalah Umar bin Khattab, pemimpin yang melegenda.

 

Ada banyak cara untuk kita bertanya. Namun ada banyak juga pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban. Begitu juga dengan pertanyaan kita yang satu ini, dimana Allah? Dalam dunia pengetahuan, rasanya tidak terlalu penting jawaban atas pertanyaan tentang eksistensi Tuhan. Orang – orang yang percaya akan selalu merasakan keberadaan tuhannya, sedang mereka yang ingkar selalu mencari alasan untuk meniadakannya. Dalam setiap tanda-tanda yang Allah tunjukkan kepada manusia, selalu akan ada yang orang-orang beriman dan orang-orang yang ingkar. Hal itu seperti menjadi ketetapan Allah yang kekal. Tidak hanya dimasa ketika sains perkembang seperti saat ini, mukjizat para nabi yang tidak terlogikakan pun dilogiskan oleh mereka yang ingkar dengan berkata, ‘itu hanyalah sihir belaka’.

 

Belajarlah kita pada dua sahabat keteka mereka bersembunyi. ketika ancaman pembunuhan sudah sangat dekat. Ketika harapan bercampur dengan kegelisahan bisa saja menggoyangkan keteguhan hati. Dialah Muhammad SAW dan Abu Bakar yang memilih untuk tetap percaya. ketika itu dia berkata kepada sahabatnya (sekaligus menjawab semua pertanyaan kita tentang keberadan Allah), “Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.”

 

Yaa Allah jadikan pengetahuan kami mempertebal keimanan kami, dan jangan Engkau jadikan pengetahuan yang kami miliki menjadi sebab keragu-raguan kami atas kebersaran dan keagungan-Mu. Yaa Allah jangan Engkau hilangkan keyakinan dalam diri kami akan datangnya pertolongan-Mu. Yaa Allah jangan Engkau besitkan sedetik pun rasa aman dari pengawasan-Mu di kala kami menyendiri. Yaa Allah mpuni kami atas segala kelalaian kami. Aaamiin

 

Waallahu’alam

 

Bogor, 16 December 2018

Yasin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.