Mereka yang Ikhlas
November 22, 2018
Dimana Allah?
December 16, 2018
Show all

Spektrum Persatuan

Jika dua spektrum cahaya menyatu dengan sempurna, ia akan menghasilkan warna baru yang sangat berbeda dengan warna sebelumnya. Contohnya warna biru dan kuning menyatu menjadi hijau, atau warna merah dan kuning yang menghasilkan jingga.

 

“Yang menarik dari Indonesia bukan keberagamannya, tapi persatuan” begitulah yang seringkali diungkapkan oleh Anies Baswedan, Gubernur Jakarta. Hari itu lautan manusia memutihkan ibukota di kisaran Monument Nasional, Lokasi yang sejak dulu telah menjadi tempat yang mempertemukan berbagai kelompok bangsa. Memutih, seperti menyatunya jutaan spektrum cahaya menampakkan satu warna baru, putih. Berbagai kelompok dari berbagai daerah berkumpul menyatukan potensi, bersama meninggikan munajat pada yang Maha Tinggi. Allah SWT.

 

Persatuan sejati tidaklah dibangun di atas simbol-simbol semata. Karena, jika simbol bahasa yang membangun persatuan, lihatlah berbagai negara timur-tengah dengan bahasa arabnya, adakah mereka benar-benar bersatu? Tidak juga dengan simbol tanah air, tidak juga dengan simbol bangsa yang kita agungkan setiap kali peringatan sumpah pemuda. Sejatinya simbol-simbol itu hanya alat untuk mengekspresikan nilai persatuan yang seharusnya lahir terlebih dulu. Kemudian simbol itu dijaga untuk mengingatkan kita akan nilai mahal dari persatuan itu sendiri.

 

Lihatlah putihnya cahaya yang tidak pernah menyatukan spektrum-spektrum warna. Cahaya putih justru hadir setelah bersatunya beragam spektrum warna -warna cahaya. Cahaya putih seolah menjadi simbol yang mengeskpresikan persatuan itu. Tapi apa yang sesungguhnya membuat spektrum-spektrum warna itu tampak begitu menyatu?

 

Persatuan tidak harus menggerus beragam identitas yang pernah ada. Ia hanya menampakkan identitas baru yang lebih besar dan kuat. Identitas baru itu harus bisa menutupi berbagai corak-corak identitas lama, namun tidak boleh menghilangkannya. Meski demikian, corak-corak identitas lama yang beragam tidak boleh tampak demi persatuan, namun juga tidak boleh hilang agar identitas baru persatuan yang besar dan kuat ini tetap sempurna.

 

Coba bayangkan apa yang terjadi jika cahaya putih kehilangan sebagian spektrum warna pembentuknya. Adakah ia tetap menjadi putih?

 

Lihatlah cahaya putih yang menerpa sebuah benda,kemudian benda itu akan menahan sebagian sepektrum warnanya lalu melepaskan sisanya. Maka cahaya yang tersisa itu tidak lagi berpendar putih, mungkin merah, mungkin juga hijau, atau yang lain. Menghilangkan sebagian spektrum cahaya nyatanya telah merusak identitas warna putih yang menjadi simbol penyatuan yang seimbang dari berbagian macam spektrum warna.

 

Coba lihat lagi cahaya putih kita, kali ini gunakanlah prisma kaca segitiga. Lihatlah berjuta warna yang indah bak pelangi dibalik putihnya. Spektrum spektrum warna dalam cahaya putih tidak pernah hilang, mereka hanya berjalan beriringan, bersama membawa identitas baru, putih. Warna itu tidak hilang, tetapi dalam persatuannya tidak ada satupun warna yang tampak kecuali putih.

 

Jika cahaya putih telah menjadi pelangi, sekilas ia tampak begitu indah. Namun sejatinya ia adalah tampilan dari terpisahnya spektrum-spektrum warna cahaya putih. Spektrum-spektrum warna itu tidak lagi menyatu.

 

Persatuan sejatinya adalah anugrah Allah yang teramat tinggi harganya. persatuan tidak mungkin dapat dinilai -apalagi dibeli, dengan sumber daya apapun yang ada di muka bumi ini. Karena pada banyak cerita sejarah harta dan berbagai sumberdaya justru menjadi pemicu permusuhan dan perpecahan. Persatuan tidak juga mungkin dibangun dengan kekuatan dan kekerasan. Karena pada banyak cerita sejarah kekuatan dan kekerasan hanya digunakan untuk menghilangkan ragam identitas bukan mempersatukannya.

 

Penopang persatuan adalah keadilan dan rasa adil, sedang perusaknya adalah kezhaliman dan keserakahan. Adapun keadilan dan rasa adil (juga sebaliknya) adalah buah dari tata kelola kepemimpinan. Karenanya tidak mungkin rakyatnya mendapatkan rasa keadilan jika pemimpinnya membawa kedzaliman, begitu juga sebaliknya.

 

Persatuan umat dan bangsa adalah pondasi paling dasar dari kemerdekaan negeri ini, Indonesia. Ia menjadi lompatan baru dalam sejarah perjuangan kemerdekaan kita beberapa dekade yang lalu. Maka, menghancurkan sendi-sendi persatuan bangsa sama artinya dengan merobohkan pondasi negeri ini. Siapapun yang ingin menghilangkan keragaman identitas bangsa -termasuk identitas agama, yang telah menyatu dalam bangsa ini tidak ada bedanya dengan mereka yang ingin merubah corak persatuan yang telah dipupuk puluhan tahun lamanya oleh bangsa ini.

 

Ya Allah jagalah persatuan yang telah engkau anugrahkan kepada bangsa kami ini, tumbuhkanlah ia menjadi kekuatan untuk membangun negeri kami, Indonesia. Aamiin.

 

dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia Mahaperkasa, Mahabijaksana. (Quran surah 8 : 63)

 

Wallahu’alam

Bogor, 10 Desember 2018

-yasin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.