Bersama Menjaga Taat
June 20, 2018
Hadirkan Cahaya
September 7, 2018
Show all

Jejak Jejak Kebaikan

“Dari raja sekalian para raja yang juga adalah keturunan ribuan raja, yang isterinya pun adalah cucu dari ribuan raja, yang kebun binatangnya dipenuhi ribuan gajah, yang wilayah kekuasaannya terdiri dari dua sungai yang mengairi tanaman lidah buaya, rempah wangi, pala, dan jeruk nipis, yang aroma harumnya menyebar hingga 12 mil.

Kepada Raja Islam yang tidak menyembah tuhan-tuhan lain selain Allah.

 Aku telah mengirimkan kepadamu bingkisan yang tak seberapa sebagai tanda persahabatan. Kuharap engkau sudi mengutus seseorang untuk menjelaskan ajaran Islam dan segala hukum-hukumnya.” – Surat Maharaja Sriwijaya kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz.

 

Matahari pagi mulai bersinar menandakan hari yang baru menanti amal amal kita. Pagi selalu membawa berkah bagi siapa saja yang menyambutnya dengan aktifitas kebaikan. Ia menjadi jawaban atas do’a Nabi kepada umatnya, “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” Maka siapa saja yang memperbanyak aktifitas paginya, sungguh ia telah menghimpun keberkahan yang banyak.

 

Aku teringat saat pertama kami berada di New Zealand. Negeri dimana jumlah muslim hanya sekitar satu persen dari total penduduk yang kurang dari 5 juta. Lebih dari 1,5 penduduk New Zealand terkonsentrasi di kota Auckland, sedang sisanya (kurang dari 3.5 juta) tersebar di berbagai kota lainnya.

 

Bagi saya yang lahir di kota Jakarta yang luasnya hanya 400 kali lebih kecil namun jumlah penduduknya hampir dua kali lipat lebih besar dari New Zealand, tentulah merasakan perbedaan lingkungan yang sangat signifikan. Belum lagi kita bicara tentang nuansa keislaman, dari sisi hiruk pikuk dan karakteristik penduduknya pun sudah berbeda.

 

Melakukan perjalanan, mengunjungi berbagai tempat, sambil menebar kebaikan di tempat-tempat yang disinggahi adalah amal besar para sahabat nabi yang menjadikan Agama Islam ini menyebar dengan sangat cepat ke setiap penjuru dunia. Mereka datang sebagai tokoh-tokoh Ahli yang profesional di bidang keilmuannya masing-masing. Karenanya dengan mudah para penduduk datang kepada mereka untuk belajar banyak hal, sambil mengenal apa itu Islam.

 

Hanya sekitar 50 tahun setelah kematian Nabi Muhammad SAW. Hampir setiap tempat di bumi Allah telah mendengar kabar akan Agama Tauhid ini.

 

Surat yang penulis lampirkan diawal adalah surat kedua dikirimkan raja Sriwijaya di Nusantra kepada pemerintahan bani Umayah. Surat pertamanya dikirim kepada Muawiyah bin Abu Sofyan namun sudah tidak lengkap terbaca. Muawiyah adalah sahabat Nabi, sekligus khalifah pertama setelah khulafaur Rasyidin (Abu bakar, Umar, Utsman, Ali). surat itu menjadi bukti teramat singkatnya waktu antara kehadiran Rasulullah SAW, hingga tersebar berita tentang Islam ke setiap pelosok bumi.

 

Berita mengejutkan tentang hadirnya islam di nusantara tersebut dapat dilihat dari tulisan Azyumardi Azra dalam buku ‘Islam in the Indonesian World’ dan Prof Dr Hamka dalam buku ‘Sejarah Umat Islam’.

 

Menjadi penyeru kebaikan pada hakikatnya adalah kewajiban seorang mu’min dimanapun ia berada. Mari bertanya pada diri kita, sudah sekeras apa seruan itu terkumandangkan? Ataukah kita baru dapat berbisik pada diri sendiri sembari tak pernah henti menutupi dosa. Mari bertanya!

 

Seperti yang dicontohkan para sahabat Nabi, menjadi muslim sudah seharusnya memberi manfaat bagi lingkungannya. Menjadi mukmin adalah menyebarkan inspirasi, membuat banyak orang terpesona hingga mereka dengan sukarela meminta ‘Ajari kami tentang Islam!’.

 

Di negeri minoritas muslim ini, ditengah hiruk pikuk Islamphobia yang terjadi di berbagai penjuru dunia Aku bertanya pada diri sendiri. Adakah kehadiran ku sudah memberikan Jejak kebaikan, hingga menghadirkan inspirasi. Adakah prilaku ku mencerminkan diri seorang muslim yang baik. Ataukah justru kehadiran kita memperburuk persepsi tentang orang-orang Islam.

 

Semoga dalam diri kita masih ada manfaat untuk kita berikan. Semoga masih ada kebaikan dalam diri kita yang dapat menginspirasi. Semoga masih ada pesona dalam diri ini yang menjadikan orang lain tertarik menelusuri kebenaran Islam. Semoga Allah jadikan kita perantara sampainya hidayah kepada sebagian makhliknya. Aamiin.

 

Wallahua’lam,

 

Palmerston North 25/6/2018

Yasin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.