Para Pengkhianat
March 20, 2018
Toilet Training Reward Chard Free Printable
April 30, 2018
Show all

Upaya Taqwa

Hidup sebagai seorang muslim di negeri minoritas tidaklah mudah. Mencari makanan Halal, menjaga waktu shalat adalah sebagian tantangan yang banyak dihadapi kalangan minoritas muslim.

 

Orang-orang Kiwi – sebutan bagi penduduk New Zealand kulit putih, pada dasarnya sangat menghargai bahkan banyak yag mengapresiasi seorang muslim yang kuat menjaga prinsip-prisip keislamannya. Kita hanya perlu mengatakan kepada mereka untuk tentang waktu shalat atau tentang makanan halal. Dalam acara dinner penerima Beasiswa NZ aid misalkan, kami selalu disediakan makanan halal untuk dinikmati. Begitupun dalam waktu shalat, kita hanya perlu meminta izin jika harus break sebentar ketika sedang bekerja atau dalam perkuliahan.

 

Situasi yang demikian menjadikan kami seringkali harus mendisiplinkan diri lebih dari sebagian muslim yang tinggal di lingkungan yang islami. Disini tidak mendengar Azan yang sebelumnya akrab membangunkan subuh kami. Disini tidak ada jaminan pangan halal sebagaimana yang hendak diterapkan di Indonesia. Pendisiplinan diri adalah salah satu cara yang dapat kami lakukan. Maka terhadap situasi yang sulit ini sebagian kaum muslimin memilih berhati-hati tapi sebagian yang lain memilih untuk mengambil keringanan.

 

Dalam menyikapi makanan halal misalkan, beberapa saudara kita (biasanya berasal dari timur tegah) mengambil keringannan berdasarkan dalil yang tercantum dalam surat Al Maidah Ayat lima tentang sembelihan ‘Ahli Kitab’. “Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka.”

 

Tapi adakah yang dimaksud ahli kitab dalam ayat ini dapat diasosiasikan pada sekelompok pemeluk agama yang sebagian diantara mereka mengkonsumi apa-apa yang terlarang dalam kitab mereka. Wallahu’alam.

 

Sebagian rekan-rekan Indonesia di New Zealand mengklasifikasikan kehati-hatian orang-orang muslim dalam memelih makanan halal pada beberapa tingkatan. Tinggatan terendah untuk yang tidak peduli sama sekali. Tingkatan tertinggi adalah mereka yang harus menemukan label halal dalam setiap makanannya. Pada kenyataannya, di negeri mayoritas muslim seperti Indonesia sekalipun kita menemukan klasifikasi yang sama diantara orang-orang muslim. Hanya saja umumnya makanan di negeri mayoritas muslim adalah halal.

 

Di New Zealand makanan kemasan yang dengan jelas mancantumkan label ‘halal’ sangat terbatas. Memaksakan diri untuk menemukan label halal dalam setiap makanan yang dikonsumsi hanyalah mempersulit diri sendiri. Padahal banyak makanan yang sebenarnya halal, tapi tidak tercantum logo halal dalam kemasannya.

 

kami mencoba untuk berhati-hati dalam banyak hal semampu yang dapat kami lakukan. Semoga dengan sikap kehati-hatian ini Allah mengampuni terhadap apa-apa yang tidak kami ketahui. Memilih untuk berhati-hati tidaklah berarti menutup diri. Memilih berhati-hati adalah upaya kami agar kami dimasukkan ke dalam golongan orang-orang bertaqwa.

 

Tetang Taqwa, Suatu ketika Umar bin Khattab RAbertanya kepada dan Ubay bin Ka’ab. “Wahai Ubay, apa makna takwa?” Namun, Ubay yang ditanya justru balik bertanya. “Wahai Umar, pernahkah engkau berjalan melewati jalan yang penuh duri?”

 

Umar menjawab, “Tentu saja pernah.” “Apa yang engkau lakukan saat itu, wahai Umar?” lanjut Ubay bertanya. “Tentu saja aku akan berjalan hati-hati,” jawab Umar. Ubay lantas berkata, “Itulah hakikat takwa.”

 

Nasihat tentang taqwa tidak boleh kering membasahi hati kita. Karenanya menjadi kewajiban para khatib di setiap jum’at untuk senantiasa mengulannya. Nasihat taqwa hendaknya titak sebatas mampir di telinga kita, tetapi menghujam dalam hati menjadi tekad yang membangun amal. Nasihat Taqwa hendaklah tidak sebatas ajakan lisan, tapi juga harus muncul dalam tingkah dan prilaku yang menngkristal dalam pesona kepribadian.

 

Semoga Allah memasukkan kita dalam golongan orang-orang yang bertaqwa, Aamin.

 

Palmerston North, 31/3/2018

Yasin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *