Mengeja Syukur
November 18, 2017
February 5, 2018
Show all

Menjaga Batas Batas

Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulu (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus”. (al-Mâ`idah/5:77)

 

Dalam kunjungan kami ke Huka Fall, Taupo. Ada pagar yang membatasi kami dengan aliran sungai. Pagar inilah yang menjadikan wisatawan tidak leluasa untuk melihat sungai lebih dekat lagi. Aliran sungai yang deras , serta posisi ketinggian wisatawan yang jauh diatas permukaan air membuatnya terkesan berbahaya. Air yang terlihat jernih itu memantulkan warna biru terang yang indah. Suara derasnya air yang menghantam bebatuan melengkapi nuansa segar yang alami. Subhanallah.

Bermain di sungai tentu sangat menyenangkan, apalagi bagi anak anak. Namun, disini tidak semua sungai dapat dinikmati sesuka hati. Beberapa sungai di New Zealand tidak dibolehkan untuk dijadikan tempat berenang dengan macam macam alasannya. Seperti itu peraturan yang ada.

Manawatu River, satu-satunya sungai yang melewati kota Palmerton North adalah yang tidak dapat digunakan untuk berenang karena alasan kebersihan. Jangan bayangkan aliran airnya berwarna keruh kecoklatan atau bahkan hitam seperti sungai di banyak kota besar di Indonesia. Air sungai ini masih terlihat bening kadang sedikit kecoklatan jika hujan tiba. Namun, jalur sungai ini menjadi tempat pembuangan limbah-limbah pertanian dan peternakan.

Dalam hidup kita seringkali dihadapkan pada batasan-batasan. Batas batas itu sering tampak dengan sangat jelas namun tidak jarang yang samar bahkan tidak terlihat. Karenanya kita perlu berhati-hati. Pun kehati-hatian kita hendaklah berada pada porsi yang wajar agar menjadikan kita tetap leluasa dalam memilih amal. Bukan kehati-hatian yang berlebihan hingga menjadikan kita menjalani kehidupan ini dengan penuh rasa takut.

Sebagai seorang muslim, kita semestinya memagari diri kita dalam kaidah-kaidah agama yang lurus. Dalam mencari nafkah misalkan, sudah sementinya kita menghindari sumber-sumber penghasilan-penghasilan yang haram baik itu yang jelas maupun yang samar. Salah satu sumber nafkah yang haram selain riba adalah jual beli barang haram.

Penghasilan dari jual beli obat terlarang, atau jual beli barang curian tentu sangat jelas keharamannya. Namun bagaimana dengan yang samar seperti sering kita jumpai minuman keras dijual dalam minimarket minimarket di dekat rumah kita? lalu halalkah keuntungan-keuntungan yang didapat dari minimarket tersebut? Wallahu’alam. Mungkin kita perlu melihat kembali fatwa-fatwa ulama tentang hal ini. Namun sudah semestinya kita sebagai muslim berhati-hati.

Islam mengatur segala aspek dalam kehidupan kita, karenanya ada batasan-batasan yang harus senantiasa kita perhatikan. Dalam hal mengatur waktu, memilih makanan, dalam hal menjaga lisan, memilih pakaian, dan lainnya. Kaidah dasarnya, sesuatu yang syubhat (tidak jelas hukumnya) atau meragukan semestinya kita hindari. Namun jika kita tidak mampu, seminimalnya janganlah sampai terjerumus pada hal-hal yang sangat jelas keburukan dan dosanya. Bukankah dalam beribadah sekalipunkita tidak boleh ‘melampaui batas’.

Mari berdoa agar Allah senantiasa menjaga kita dalam ketaatan. Juga semoga Allah senantiasa menujuki kita jalan yang lurus.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami menyimpang kepada kesesatan, setelah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (Karunia).”

اللهُمَّ أَرِنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا التِبَاعَةَ وَأَرِنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

“Ya Allah Tunjukkanlah kepada kami yang benar itu benar dan berikan kami kekuatan untuk mengikutinya, dan tunjukkanlah kami yang batil itu batil dan berikan kami kekuatan untuk menjauhinya”

 

Palmy, 11/1/18 -Yasin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *