Sebait Doa Untuk Negeri
October 22, 2017
Pendidikan Anak Menurut Al Quran dan Sunnah oleh Ust Salim A Fillah
November 18, 2017
Show all

Berhenti Sejenak

“…,Segala yang baik yang kamu kerjakan, Allah mengetahuinya. Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat!” (Qs.2.197)

Aku berhenti sejenak di Shannon, sebuah kota kecil ditengah dua jam perjalanan Wellington-Palmerston North. Kuteguk segelas air sambil memakan beberapa potong roti yang sempat kami dapatkan di Wellington. baru saja pesawat yang mengantarkan Istri dan anakku lepas landas menuju Sydney kemudian Jakarta.

Peristiwa-peristiwa berlalu terlalu cepat hari beberapa hari ini. Ibu kami masuk ICU sesaat setelahnya kami langsung mencari tiket termurah New Zealand – Jakarta, kemudian kami putuskan untuk memesan satu tiket saja untuk pulang.

Tiba-tiba aku teringat peristiwa peristiwa enam tahun yang lalu ketika aku dan adik-adikku kehilangan sosok tangguh yang telah membesarkan kami, Ummi. Aku berdoa kepada Allah agar diampuni segala dosa-dosanya, agar diberikan padanya rahmah dari-Nya, diberikan kesejahteraan padanya, dimaafkan segala kesalahannya.

Aku berhenti sejenak menata kembali pikiran dan hati sambil mengisi perut menghilangkan rasa lapar. Penanda waktu di kendaraanku menunjukkan angka tujuh lewat beberapa menit. Itu berarti sudah tiga jam aku terjaga sejak memulai hari dan hampir sebagian besarnya aku habiskan di dalam kendaraan ini. Berhenti sejenak adalah cara terbaik untuk mengistirahatkan diri. Tentulah hal itu sangat penting mengingat berkendara antar kota di New Zealand membutuhkan konsentrasi yang cukup tinggi meski jalan terbilang sepi.

Kehidupan dunia sejatinya adalah bagian dari potongan perjalanan yang sangat panjang. Dunia adalah tempat bekerja menghimpun amal sampai batas waktu yang ditentukan. Amal amal itulah yang kelak menjadi bekal dalam perjalanan kita yang berikutnya. Kelak dipenghujung jalan ini kita akan menunjukkan semua amal yang telah kita himpun, kemudian Allah yang Maha Adil akan melihat siapa diantara kita yang paling baik himpunan amalnya.

Sebagaimana umumnya perjalanan yang panjang seringkali kita harus berhenti sejenak mengistirahatkan diri, menambah bekal, mengisi bahan bakar. Berhentilah agar tidak celaka dalam perjalanan. Berhentilah sejenak agar kendaraanmu tetap melaju dengan sempurna.

Maka berhentilah sejenak dalam shalat-shalat kita untuk memetakan kembali tujuan perjalanan, adakah kita masih berada di jalan yang benar untuk mencapainya. Lihatlah kedalam, adakah perbekalan kita sudah mencukupi bagi perjalanan yang sangat panjang ini.

Maka berhentilah sejenak di majlis-majlis ilmu untuk menyempurnakan tiap-tiap amal kita. Agar ia tidak rapuh ketika kita bawa kelak menghadap Sang Pencipta. Agar kita bisa memilih amal manya yang terbaik dah harus kita dahulukan ketika sejumlah peluang ditunjukan. Karena setiap kita terlahir dengan bekal potensi yang berbeda untuk beramal.

Maka berhentilah sejenak di penghujung malam untuk meminta keselamatan dalam setiap langkah yang akan kita tempuh esok hari. Mintalah kepada Allah agar diberi kejelian dalam melihat duri-duri yang terserak di sepanjang jalan.

Semoga Allah menjadikan kita semua selamat dalam perjalanan kehidupan ini, Aamiin…

PN, 6/11/17
Yasin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *