Mengukir Sejarah Baitul Maqdis

Baby Visual Card
July 24, 2017
Cahaya di Wajah Maori
July 28, 2017
Show all

Mengukir Sejarah Baitul Maqdis

Sumber Gambar: nasihatsahabat.com

Islam memuliakan kota Al Quds diatas kota kota lain di dunia. Ia adalah satu dari tiga tanah haram selain makkah dan madinah. Masjid Al Aqsa yang berada di kota suci Al-Quds lebih mulia diantara semua masjid di seluruh dunia selain Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. (baca tulisan: Rasulullah Bercerita Tentang Masjid Al Aqsa)

Sejarah Baitul Maqdis (Al Quds) adalah sejarah Umat Islam. Kisah pembebasannya selalu harum di tengah tengah kaum muslimin. Tokoh tokoh yang membaskannya tidak penah hilang dalam ingatan Umat Islam. (baca tulisan: Para Pembebas Al Quds)

Hari ini kita tengah memasuki babak ketiga pembebasan kota suci Al Quds. Keberadaan kelompok Zionis Yahudi menjadikan kaum muslimin tidak lagi leluasa beribadah di tanah ini. Al Quds terus menanti Peran kita kaum muslimin di seluruh dunia.

Dari sini, di tempat yang jauh dari tiga tanah haram(Makkah, Madinah, dan Al Quds), adakah kita berdiam diri terhadap penodaan Masjid Al Aqsa terus berulang. Tidakkah ada kekhawatiran dalam diri ini jika kelak di hari akhir Allah bertanya tentang apa yang telah kita lakukan. Adakah sikap diam kita dengan alasan jauh dari Masjid Al Aqsa kelah diterima oleh Allah. Padahal, ada banyak cara untuk ikut serta dalam mmembebaskan Al Quds tanpa harus berada disana. Dan Allah maha tahu atas apa yang kita sembunyikan

Indonesia sebagai sebuah bangsa telah memainkan peran yang penting dalam upaya ini. Berkibarnya bendera Palestina pertama kalinya di kantor pusat PBB New York akhir 2015 lalu, adalah berkat diplomasi Negara-negara islam temasuk Indonesia. Tidak adanya hubungan diplomatik Indonesia-Israel bukan sebatas sikap politik kosong, ia adalah upaya Mengucilkan Negeri Zionis dari dunia internasional. Hingga hari ini bangsa kita tetap menganggap Israel sebagai bangsa penjajah yang tidak memiliki hak sedikitpun di atas tanah Al Quds.

Perjuangan pembebasan Al Quds dan Masjid Al Aqsa adalah himpunan kerja-kerja seluruh umat Islam dimanapun berada. Ada  konstribusi yang berbeda dari tiap-tiap individu kaum muslimin, karena setiap kita punya kapasitas yang berbeda dalam menangani masalah ini.

Sebagian kita berjuang dengan jiwa, sebagian yang lain berjuang dengan hartanya. Sebagian kita mengangkat senjata, sebagian yang lain memilih berdiplomasi. Sebagian dari kita berjuang lewat media tapi tidak sedikit yang berjuang dengan dengan pemikirannya. Semua peran itu terhimpun dalam ama besar kaum muslimin membebaskan kata sucinya. Hanya Allah yang tahu siapa diantara kita yang paling baik amalnya dalam masalah ini.

Do’a adalah amal terkecil yang seringkali kita abaikan. Do’a adalah bentuk keyakinan kita akan kebesaran Allah untuk menyelesaikan semua urusan kita dengan cara-Nya. Do’a adalah kepasrahan ketika sumua ikhtiar kita tidak membuahkan. Do’a jugalah yang menghimpun optipisme sebelum berikhtiar memulai amal. Do’a jugalah yang membuat kita bertahan untuk terus ber ikhtiar. Ia adalah amalan kecil yang tidak boleh berhenti dalam aktifitas seorang muslim.

Lima kali minimal dalam sehari setiap kita berdoa dalam sholat. Di waktu itulah ia pasrahkan semua yang telah ia lakukan kepada Allah agar ia menentukan hasilnya.  Jika Engkau tidak berdaya melakukan sesuatu pun untuk perjuangan ini, jangan juga lupa menyelipkan doa untuk pembebasan Al Quds dan Al Aqsa diantara sujud-sujud kita. Sebagaimana juga seharusnya terselip dalam doa-doa kita meminta limpahan barakah bagi negeri ini, Indonesia. Karena ‘Ketahuilah, amalan yang paling dicintai oleh Allah’ Kata Rasulullah kepada para sahabatnya, ‘Adalah amalan yang kontinu (terus-menerus) walaupun sedikit’.

Mari menghimpun Amal, bersama sama kita berjuang membebaskan kota suci ini. Di negeri ini ada banyak wadah yang siap menghimpun dana-dana bagi gerakan pembebasan ini. Di negeri ini ada banyak media yang bisa kita gunakan untuk menggalang dukungan. Di negeri ini ada beribu masjid untuk sujud berdoa. Di negeri ini, masihkah kita memiliki alasan untuk berdiam?

Wallahua’lam
Ahmad Yasin

PN, 25 juli 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *