Cerita Rasulullah Tentang Masjid Al-Aqsa
July 22, 2017
Para Pembebas Al Quds
July 24, 2017
Show all

Ancaman Islamophobia

Sumber Foto : http://www.dw.com/id/islamophobia-di-amerika-christianophobia-di-indonesia/a-36437865

Masjid MMA malam itu mencekam, sekelompok orang tak dikenal melakukan perbuatan tidak bertanggung jawab di sekitar masjid. Teriakan-teriakan ‘Teroris’ menjadi terror bagi kaum muslimin di negeri minoritas, terutama bagi beberapa penjaga masjid MMA malam itu. Sebagian orang yang tinggal di sana sudah mengemas barang, mempersiapkan diri untuk keluar masjid jika sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Bukan tidak mungkin terjadi pembakaran terhadap tempat ibadah kaum muslimin ini.

Beruntung kejadiannya tidak berlangsung lama, orang-orang tak dikenal itu membubarkan diri dengan sendirinya setelah sekitar satu jam mengintimidasi tempat yang biasa aku kunjungi untuk shalat berjamaah. Beberapa kerusakan terjadi pada kaca mobil, sepeda, dan beberapa barang milik penghuni masjid. Di masjid memang ada beberapa kamar yang disewakan. Sebagian yang tinggal disana adalah pelajar, tapi ada juga pekerja.

Intimidasi terhadap muslim dan identitas keislaman bukan yang pertama kali terjadi. Bahkan ketika walikota telah mendatangi komunitas muslim untuk menjamin keamanan mereka, kejadian tersebut terus berulang, meski tidak dalam skala besar.

Stigma tentang Islam dan terorisme di dunia barat mungkin serupa dengan stigma terhadap istilah Wahabi yang dikaitkan dengan kelompok tertentu di Indonesia. Sesuatu yang sesungguhnya tidak berkaitan secara langsung namun dipropagandakan sedemikian rupa sehingga menimbulkan kekhawatiran-kekhawatiran dan antipati yang berlebihan.

Diterimanya nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat di New Zealand (Baca tulisan: Melihat Islam di New Zealand), tidaklah otomatis menjadikan penduduk negeri ini menerima keberadaan kaum Muslimin. Seolah ada jurang yang memisahkan pandangan mereka tentang nilai nilai keislaman dan orang orang Islam. Dibutuhkan jembatan untuk menghubungkan pandangan yang terpisah itu. Disinilah peran yang harus dimainkan oleh kaum Muslimin di Selandia Baru ini.

Membangun komunikasi adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menjembataninya. Sayangnya sebagian kaum muslimin di New Zealand adalah Imigran. Status sebagai imigran menjadi tantangan tersendiri untuk dapat melebur diantara Masyarakat New Zealand. Bukan karena tidak mau meleburkan diri, sebagian mereka berusaha membangun komunikasi tapi tentu saja tidak mudah. Secara emosional kita selalu lebih mudah membangun hubungan dengan kelompok kita sendiri dibanding dengan yang lain. Harus ada dorongan untuk bisa keluar dan membaur.

Dengan minimnya pemeluk agama islam di New Zealand, Informasi informasi tentang islam dan dunia islam seringkali tidak didapat melalui komunikasi secara langsung. Berita tentang dunia islam yang umumnya ditampilkan buruk oleh media barat menjadi konsumsi dominan masyarakat New Zealand yang tidak memiliki akses langsung kepada orang-orang Islam. Inilah yang menyebabkan tejadinya peristiwa – peristiwa yang tidak menyenangkan sebagaimana digambarkan diatas.

Komunikasi formal dilakukan melalui organisasi-organisasi keislaman skala lokal maupun nasional. The Federation of Islamic Association of New Zealand (Inc) – FIANZ, sebagai representatif Muslim di New Zealand secara rutin memberikan keterangan sikap atas kejadian kejadian yang berkaitan dengan islam dan kaum muslimin di dunia internasional melaui media yang dapat mereka jangkau. Tak cukup sampai disitu, berbagai kegiatan diselenggarakan guna memperkenalkan Islam dan kaum muslimin. Meski demikian, peran tiap-tiap individu muslim untuk membangun komunikasi informal dalam bermasyarakat juga diperlukan.

Meski mengalami sedikit hambatan, berislam dinergeri ini masih tergolong kondusif. Setiap wilayah pasti memiliki tantangannya tersendiri dalam menegakkan agama ini, tidak terkecuali di Indonesia. Inilah cara Allah untuk menguji ‘Siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya’ (Al-Mulk:2). Bukankah sejak dahulu Allah juga telah menguji para Rasul orang-orang yang beriman dengan ujian yang berat. Beratnya ujian itu, sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, ‘Kapankah datang pertolongan Allah?’(Al-Baqarah:214). ‘Bekerjalah kamu’, kata Allah ‘maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu’(At-Taubah:105). ‘sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat’ (Al-Baqarah:214). Walahua’lam

 

Ahmad Yasin

Palmy, minggu 23 juli 2017

*Cerita berdasarkan penuturan seorang Indonesia yang tinggal di masjid tersebut

 

Daftar bacaan:

Al Quran
http://www.fianz.co.nz/
Rehman ,SS; Askari, Hossein. “How Islamic are Islamic Countries?”. Global Economy Journal Volume 10, 2010 (http://islamicity-index.org/wp/wp-content/uploads/2015/11/how-islamic-are-islamic-countries.pdf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *