Cerita Rasulullah Tentang Masjid Al-Aqsa

Melihat Islam di New Zealand
July 20, 2017
Ancaman Islamophobia
July 23, 2017
Show all

Cerita Rasulullah Tentang Masjid Al-Aqsa

Sumber Gambar: https://www.islamiccity.org

“didatangkan kepadaku Buraq,” Cerita Nabi “Yaitu seekor hewan yang berwarna putih, tubuhnya lebih tinggi  dari keledai tetapi lebih rendah dari bighal. Ia meletakkan kedua kaki depannya di ufuk batas jangkauan pengelihatannya.” Kemudian nabi Meneruskan ceritanya “Aku Menaikinya dan Jibril Membawaku hingga hingga sampailah aku di Baitul Maqdis.” 

Istilah Masjidil Aqsa dalam kitab suci Al-Quran merujuk pada peristiwa Isra Mi’raj yang terjadi di tahun ke sepuluh setelah kenabian. Bersamaan dengan itu pula diturunkanlah perintah shalat kepada kaum muslimin. kemudian dijadikan baitul maqdis sebagai kota suci sekaligus qiblat pertama umat Islam. Meski demikian, bangsa Quraisy sesungguhnya telah mengenal masjid ini jauh sebelum Rasulullah bercerita tentang perjalanan Isra-nya. Ya, Bangsa Quraisy mengenal baitul maqdis sebagai tempat bagi saudara-saudara mereka dari keturnan Nabi Ibrahim. Mereka tahu betapa jauhnya jarak Kota Makkah dan Baitul Maqdis. Tidak mungkin menempuh jarak yang sejauh itu dalam waktu satu malam saja.

Rasulullah SAW menceritakan detail ciri-ciri Masjid Al-Aqsa yang ia kunjungi kepada orang quraisy. Tujuannya adalah untuk meyakinkan penduduk Makah tentang kebenaran perjalanan yang dialaminya. Beberapa Orang Quraisy yang pernah berkunjung ke sana membenarkan ciri-ciri tersebut, tetapi itu tidak serta merta membuat mereka yakin terhadap peristiwa yang dialami sang Nabi SAW. Abu Bakarlah –yang juga pernah berkunjung ke baitul maqdis, yang langsung membenarkan cerita Rasulullah SAW tanpa keraguan. Sejak itu ia dikenal dengan gelar Ash Shidiq.

Al-Quran banyak bercerita tentang para Nabi dan Rasul. Meskipun tidak dijelaskan secara detail tentang lokasinya. Bangsa Arab yang mempunyai kebiasaan melakukkan perjalanan, nereka mendengar kisah-kisah tersebut dari daerah-daerah yang pernah mereka lalui. Mereka tahu bahwa sebagian besar cerita Para Rasul yang ada dalam Al-Quran berasal dari negeri Syam dan palestina tempat masjid Al-Aqsa berada.

Dijadikannya Masjid Al-Aqsa sebagai qiblat pertama umat islam setra banyaknya Nabi dan Rasul yang diceritakan Al-Quran dari sana menjadikan Al Aqsa terasa sangat mulia di mata para sahabat. Sahabat-sahabat Rasulullah kemudian berselisih tentang tempat mana yang lebih  mulia, Masjid Al-Aqsa atau Masjid Nabawi. Tetapi kemudian Rasulullah menjelaskan bahwa ‘Satu shalat di masjidku lebih utama dari empat shalat padanya, dan ia adalah tempat shalat yang baik’. Dan ‘Shalat di masjidku (Masjid Nabawi)’ kata Nabi pada lain kesempatan ‘lebih baik dari 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Haram’.

Rasulullah SAW pernah melakukan shalat dua rakaat di Masjid Al-Aqsa sebagaimana yang diceritakannya kepada para sahabatnya tentang peristiwa Isra Mi’raj. ‘Kemudian aku menambatkan hewan itu (Buraq) di lingkaran tempat para nabi biasa menambatkan hewan tunggangannya. Aku memasuki masjid dan melakukan shalat dua rakaat di dalamnya. Setelah itu keluar.’

Ketika Rasulullah SAW diminta Fatwa tentang Masjid Al-Aqsa, Beliau Menjawab –sebagaimana diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, Sunan Abu Dawud dan al-Tabarani, “datangilah dan sholatlah didalamnya.” Jika tidak mampu “maka berikanlah minyak untuk penerangannya. Barangsiapa yang melakukan hal itu, maka dia seolah telah mendatanginya.”

Tidak dikerahkan melakukan suatu perjalanan” Kata Rasulullah SAW sebagai mana diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim “kecuali menuju tiga Masjid, yaitu Masjid Al-Haram (di Mekkah), dan Masjidku (Masjid An-Nabawi di Madinah), dan Masjid Al-Aqsha (di Palestina)“.

Ada banyak lagi kisah-kisah, kemuliaan yang Nabi SAW ceritakan tentang Masjid ini. Kesemua cerita itu melekat dalam ingatan para sahabatnya. Tidak heran jika hanya dalam waktu 27 tahun setelah Kenabian atau 5 tahun setelah wafatnya Rasulullah, kaum muslimin sudah dapat dengan leluasa memasuki Masjid Al Aqsa dibawah kekhalifahan Umar bin Khathab.

Tidak berhenti sampai disitu, Rasulullah bahkan juga menceritakan kondisi Tanah ini di masa-masa sulit akhir zaman sebagaimana yang terjadi belakangan ini. “Akan ada segolongan kecil dari Umatku, yang terang membela kebenaran, bertindak tegas terhadap musuh-musuhnya, Tidak akan menggoncang mereka siapa-siapa yang membencinya” Kata Rasulullah. “Dimana mereka wahai Rasulullah?” Tanya sahabat, “di baitul Maqdis, dan di tepi-tepi Baitul Maqdis” jawab Nabi.

Saksikanlah Kebenaran Nubuwah ini dari saudara-saudari kita disana yang hari ini mempertahankan Masjid Al-Aqsa ketika ditutup oleh kelompok penjajah. Mereka tetap memaksakan diri melaksanakkan Shalat Jumat berjamaah ditengah ancaman pembantaian. Kemarin sesaat selepas Jum’at yang terpaksa diizinkan, segera membubarkan masa dengan cara yang mengerikan, bukan dengan gas air mata, tapi peluru dan senjata api. Mereka diserang di pintu masjid, 3 orang meninggal 4000 lainnya luka-luka.

Dengan begitu besar kemuliaan yang ada pada Masjid ini, masihkah ada keraguan di hati kita untuk mencintainya, Membelanya, serta Memperjuangkannya? Ya  Allah berikan kemuliaan bagi para penjaga masjid suci. Ya Allah berikan kemuliaan pada Umat Islam dimanapun mereka berada. Ya Allah izinkan aku melaksanakan shalat di ketiga Masjid-Mu ini, Masjid Al-Haram (di Mekkah), Masjid An-Nabawi (Madinah), dan Masjid Al-Aqsha (di Palestina). Aamiin

 

Ahmad Yasin

Palmy – Sabtu,22 juli 2017

 

Daftar Bacaan

Al Quran & Terjemahannya
Tafsir ibnu katsir, Al-isra ayat 1 (http://www.ibnukatsironline.com/2015/05/tafsir-surat-al-isra-ayat-1.html)
https://almanhaj.or.id/2428-keutamaan-masjidil-aqsha.html
https://www.dakwatuna.com/2015/03/03/65021/membedah-nubuwat-nabi-tentang-palestina-dan-siapa-pembebasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *